Pesatnya perkembangan di bidang teknologi informasi saat ini merupakan dampak dari semakin kompleksnya kebutuhan manusia akan informasi itu sendiri. Dekatnya hubungan antara informasi dan teknologi jaringan komunikasi telah menghasilkan dunia maya yang amat luas yang biasa disebut dengan teknologi cyberspace. Teknologi ini berisikan kumpulan informasi yang dapat diakses oleh semua orang dalam bentuk jaringan-jaringan komputer yang disebut jaringan internet. Sebagai media penyedia informasi internet juga merupakan sarana kegiatan komunitas komersial terbesar dan terpesat pertumbuhannya. Sistem jaringan memungkinkan setiap orang dapat mengetahui dan mengirimkan informasi secara cepat dan menghilangkan batas-batas teritorial suatu wilayah negara. Kepentingan yang ada bukan lagi sebatas kepentingan suatu bangsa semata, melainkan juga kepentingan regional bahkan internasional.
Kehadiran media baru, seperti internet, memang memberikan manfaat yang signifikan terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia ini. Hal ini, membuat peran media-media lama/tradisional semakin mengalami penurunan dan sudah ditinggalkan kebanyakan orang. Kemukinginan media-media lama posisinya akan digantikan oelh media baru yang bersifat “online”, seperti buku, majalah, koran, dll tidak perlu dibeli dalam bentuk cetak lagi, tapi sudah bisa di akses dengan mudah, cepat, dan praktis melalui jaringan internet “online” oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Oleh karena itu, agar tetap bertahan maka media-media lama harus terus berinovasi untuk meraih ‘kesejajaran’ dalam memainkan peran dan fungsinya sebagai sarana informasi bagi masyarakat, atau bisa juga media lama mengadaptasi gaya media baru.
Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruh informatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembangan teknologi informatika. Sebagai bukti pendukung coba cermati teknologi internet yang mampu menyatukan dunia hanya ke dalam sebuah desa global. Globalisasi komunikasi akan terjadi melalui jaringan internet yang bersifat bebas, demokratis, tanpa batas, dan tanpa kontrol, karena semua orang bebas berpendapat tentang semua hal, tanpa gampang dimanipulasi.
Segala sesuatu yang bersifat online sebenarnya sangat menguntungkan bagi para pengguna karena jangkauannya lebih cepat dan luas, adanya interaksi yang tinggi antara khalayak dan media, dapat diakses secara gratis kapan saja dimana saja, dan informasi yang dapatkan pun akan lebih up to date. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi khalayak yang bisa menciptakan akses terhadap jaringan internet. Tapi sebaliknya pihak pemilik media akhirnya mengalami penurunan pendapatan, karena ruang iklan yang terbatas. Sumber pendapatan media online melalui iklan pay-per-click, pembayaran untuk premium content, dan sistem langganan.
Dibalik kehebatan jangkauan teknologi internet tersebut, akan ada beberapa tantangan etik dan hukum yang akan dihadapi oleh media online suatu saat nanti. Belum ada hukum yang jelas mengatur, dikarenakan internet ini rawan dengan tingkat anonimitas yang besar. Internet pun akan lebih bebas dan tidak terkontrol dalam menyajikan berita. Di Indonesia sendiri, undang-undang kebebasan pers nampaknya telah disalahartikan sehingga banyak kasus delik pers yang berhubungan dengan pelanggaran privasi.
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini patut disyukuri sebagai hasil budaya manusia moderen. Seyogianya kemajuan teknologi menolong kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia, termasuk kepedesaan di Indonesia. Namun, dampak yang merugikan akan teknologi komukasi harus segera diantisipasi, karena disinyalir pada zaman media baru, kebiasaan menonton akan meningkat dan menurunnya kebiasaan membaca. Munculnya visual culture, digital storytelling, dan komputer dengan “voice in/ voice out”. Maka, hubungan kekerabatan yang merupakan akar budaya masyarakat Indonesia bisa terhapus, karena menjalin hubungan tidak perlu lagi tatap-muka dan bertemu, kata-kata tertulis akan berakhir karena yang terpenting adalah gambar. Perlu adanya batasan yang jelas akan masuknya era revolusi teknologi dan informasi tanpa batas tersebut jangan sampai meghilangkan kebudayaan bangsa Indonesia.
Sumber :www.google.com
Kehadiran media baru, seperti internet, memang memberikan manfaat yang signifikan terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia ini. Hal ini, membuat peran media-media lama/tradisional semakin mengalami penurunan dan sudah ditinggalkan kebanyakan orang. Kemukinginan media-media lama posisinya akan digantikan oelh media baru yang bersifat “online”, seperti buku, majalah, koran, dll tidak perlu dibeli dalam bentuk cetak lagi, tapi sudah bisa di akses dengan mudah, cepat, dan praktis melalui jaringan internet “online” oleh siapapun, dimanapun, dan kapanpun. Oleh karena itu, agar tetap bertahan maka media-media lama harus terus berinovasi untuk meraih ‘kesejajaran’ dalam memainkan peran dan fungsinya sebagai sarana informasi bagi masyarakat, atau bisa juga media lama mengadaptasi gaya media baru.
Di era globalisasi ini hampir semua wacana yang ditiupkan tidak dapat terlepas dari pengaruh informatika global, hampir semua aspek kehidupan kita selalu berhubungan dengan perkembangan teknologi informatika. Sebagai bukti pendukung coba cermati teknologi internet yang mampu menyatukan dunia hanya ke dalam sebuah desa global. Globalisasi komunikasi akan terjadi melalui jaringan internet yang bersifat bebas, demokratis, tanpa batas, dan tanpa kontrol, karena semua orang bebas berpendapat tentang semua hal, tanpa gampang dimanipulasi.
Segala sesuatu yang bersifat online sebenarnya sangat menguntungkan bagi para pengguna karena jangkauannya lebih cepat dan luas, adanya interaksi yang tinggi antara khalayak dan media, dapat diakses secara gratis kapan saja dimana saja, dan informasi yang dapatkan pun akan lebih up to date. Hal ini memberikan keuntungan tersendiri bagi khalayak yang bisa menciptakan akses terhadap jaringan internet. Tapi sebaliknya pihak pemilik media akhirnya mengalami penurunan pendapatan, karena ruang iklan yang terbatas. Sumber pendapatan media online melalui iklan pay-per-click, pembayaran untuk premium content, dan sistem langganan.
Dibalik kehebatan jangkauan teknologi internet tersebut, akan ada beberapa tantangan etik dan hukum yang akan dihadapi oleh media online suatu saat nanti. Belum ada hukum yang jelas mengatur, dikarenakan internet ini rawan dengan tingkat anonimitas yang besar. Internet pun akan lebih bebas dan tidak terkontrol dalam menyajikan berita. Di Indonesia sendiri, undang-undang kebebasan pers nampaknya telah disalahartikan sehingga banyak kasus delik pers yang berhubungan dengan pelanggaran privasi.
Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat dewasa ini patut disyukuri sebagai hasil budaya manusia moderen. Seyogianya kemajuan teknologi menolong kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, mengingat kemajuan teknologi telah merambah ke pelosok dunia, termasuk kepedesaan di Indonesia. Namun, dampak yang merugikan akan teknologi komukasi harus segera diantisipasi, karena disinyalir pada zaman media baru, kebiasaan menonton akan meningkat dan menurunnya kebiasaan membaca. Munculnya visual culture, digital storytelling, dan komputer dengan “voice in/ voice out”. Maka, hubungan kekerabatan yang merupakan akar budaya masyarakat Indonesia bisa terhapus, karena menjalin hubungan tidak perlu lagi tatap-muka dan bertemu, kata-kata tertulis akan berakhir karena yang terpenting adalah gambar. Perlu adanya batasan yang jelas akan masuknya era revolusi teknologi dan informasi tanpa batas tersebut jangan sampai meghilangkan kebudayaan bangsa Indonesia.
Sumber :www.google.co
Simpan sebagai Konsep
Tidak ada komentar:
Posting Komentar